Inilah Pasukan Super Pembunuh Bin Laden

0
TEMPO Interaktif, Pasukan ini pasukan super khusus Amerika Serikat. Mereka terlatih dan dilengkapi peralatan canggih. Inilah 'Tim Enam' yang merupakan bagian dari Navy SEAL (Sea, Air and Land), pasukan elit  Angkatan Laut Amerika Serikat. Bila di Indonesia Navy SEAL seperti Pasukan Katak Angkatan Laut, anggota Tim Enam adalah yang terunggul dari yang terbaik.

http://image.tempointeraktif.com/?id=74169&width=490
Tim Enam baru saja menyelesaikan misi super penting: membunuh buronan teroris nomor satu, Usamah Bin Ladin. Dengan persiapan matang mereka membunuh pemimpin Al-Qaidah tersebut dalam waktu 40 menit. Menurut beberapa laporan, selain Bin Ladin, sebanyak 22 orang ditangkap atau terbunuh. Namun, tak ada korban jatuh dari pasukan khusus itu. 

Tim enam dilatih secara khusus. Mereka dikabarkan terdiri dari 40 orang yang digembleng selama satu bulan di Afghanistan. Saat menjalankan misi membunuh Bin Ladin, tim ini berangkat dari pangkalan udara Ghazi, Pakistan, dengan tiga helikopter MH-60. 

Nama resmi Tim Enam adalah Naval Special Warfare Development Group. Di markas mereka di Virgina disingkat menjadi DevGru. Inilah pasukan Navy SEAL yang terhebat. Mereka terlatih untuk berperang dan menjalankan misi di darat, laut, bahkan udara. 

Selain memiliki fisik prima dengan kekuatan lebih dari pasukan biasa, Tim Enam juga menguasai bahasa asing. Mereka biasanya menguasai lebih dari tiga bahasa. Dalam operasi memburu Bin Ladin, hampir semua anggota yang turun menguasai bahasa Pashto atau Pashtun, salah satu bahasa di Pakistan. Mereka juga sudah teruji untuk beradaptasi di segala lingkungan. 

Dalam catatan sejarah, Tim Enam terbentuk pada 1980-an. Ketika itu mereka menjalankan misi membebaskan tawanan Amerika di Iran. Pada 1987, Tim Enam disebut secara resmi sebagai Naval Special Warfare Development Group (DevGru). Pada 1990-an, Tim Enam memburu penjahat perang di Bosnia. 

Terakhir, mereka menjalankan misi penting yang disorot seluruh dunia. Usamah Nim Ladin, teroris nomor satu itu, berhasil dibunuh di sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan. Penyerbuan itu juga menewaskan dua kurir dan satu putra Bin Ladin. 

Bin Ladin yang dihargai US$ 25 juta bersembunyi di sebuah rumah mewah yang diperkirakan senilai US$ 1 juta atau setara Rp 8,6 miliar. Ini adalah penyerbuan terbesar setelah pengejaran Amerika Serikat selama 10 tahun. Usamah bin Ladin dituding menjadi dalang serangan 11 September 2001 yang menewaskan 3000 orang.